6 Penyakit Anak Balita yang Harus Diwaspadai

Anak balita masih sangat rentan terkena penyakit karena imunitasnya yang masih kurang. Penyakit anak balita ini terdiri dari penyakit yang umum terjadi pada anak balita dan penyakit yang cukup bahaya seperti leukemia pada anak. Keadaan lingkungan maupun keadaan tubuh balita harus dikenali oleh orangtua jika mengalami penurunan kesehatan.

Berikut beberapa penyakit anak balita yang harus orangtua waspadai :

  1. Bintik Merah

Umumnya bintik merah pada kulit bisa diakibatkan karena berbagai hal, di antaranya adalah alergi, bakteri, parasit, gangguan pembuluh darah, campak, ataupun cacar. Anak balita yang mengalami campak akan timbul bintik merah pada bagian wajah, belakang telinga sampai menyebar ke area wajah bagian bawah. Kondisi campak ini akan di dahului dengan pilek, mata merah, dan nyeri pada tenggorokan. Bintik merah pada cacar berbeda dengan campak yang ditandai dengan benjolan yang berisi air dan terasa gatal. Untuk mengatasinya, ibu bisa membawanya ke dokter.

 

  1. Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)

Kondisi ISPA ini lumayan membuat anak rewel karena anak akan demam dengan suhu tubuh 39-40oC.  Selain demam, gejala awal dari ISPA adalah batuk dan pilek. Walaupun ISPA bisa sembuh sendiri dalam kurun waktu 7-10 hari, namun sebaiknya ibu bisa memberikan obat agar bayi cepat sehat.

Ketika anak mengalami ISPA, ibu bisa mengompres anak ketika demam dan memberikan obat batuk dan pilek di apotik ataupun dari resep dokter. Jika ISPA semakin parah, maka ibu bisa membawanya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

 

  1. Kanker Darah

Penyakit yang sering terjadi pada anak selanjutnya adalah kanker darah atau yang sering disebut dengan leukemia. Leukemia terdiri dari beberapa jenis di antaranya adalah leukemia kronis, lineage leukemia, leukemia myelogenous akut (AML), Leukemia lympoblastic akut (ALL), dan Leukemia myelomonocytic juvenile. Penyebab leukemia pada anak beragam mulai dari penyakit keturunan, riwayat radiasi dan kemoterapi, mempunyai saudara yang memiliki penyakit leukemia, dan riwayat sistem imun seperti transplantasi organ.

Orangtua harus mengenali berbagai tanda-tanda dari leukemia agar anak bisa segera berobat di antaranya adalah mual, muntah, nafsu makan berkurang, sakit kepala, nyeri pada otot, muncul lebam dan memar pada kulit, lemas dan pucat, demam, mudah berdarah, dan napas sering tersengal-sengal. Ketika orangtua sudah menemukan tanda-tanda tersebut, maka sebaiknya melakukan pengobatan seperti kemoterapi dan transplantasi sumsum tulang belakang.

 

  1. Malaria

Malaria disebabkan karena gigitan nyamuk Anopheles betina. Menurut penelitian, setiap 30 detik seorang anak akan meninggal akibat malaria di Afrika. Untuk mencegahnya, orangtua harus memastikan lingkungan anak bersih dan tidak menjadi sarang nyamuk.

 

  1. Diare

Penyebab kematian yang disebabkan karena diare paling banyak terjadi pada anak. Hal tersebut dikarenakan anak akan kehilangan banyak cairan tubuh sehingga mengalami lemas dan bisa menyebabkan penurunan kesadaran. Umumnya diare pada anak disebabkan karena rotaviruss atau penyebab lainnya seperti disentri, kolera, dan bakteri lainnya. Jika anak mengalami diare ibu bisa membawanya ke dokter atau dengan cara mengatur pola makan anak.

 

  1. Difteri

Penyakit difteri ini disebabkan karena bakteri berbahya yang masuk pada tubuh anak. Orangtua bisa mudah mendeteksi penyakit ini dengan melihat tanda dan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, dan munculnya bercak putih di tenggorokan. Jika mendapati gejala tersebut, orangtua harus cepat membawanya ke rumah sakit, karena jika terlambat maka penyakit ini akan menganggu saluran pernafasan dan jantung sehingga bisa menyebkan meninggal dunia.

 

Nah, orangtua harus tetap waspada dan siap sedia jika anak mengalami hal tersebut.

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *