7 Manfaat Lego, Mainan Puzzle Anak Untuk Orang Dewasa

Mainan Lego merupakan salah satu jenis mechanical puzzle yang paling terkenal di dunia. Disebut mechanical puzzle karena lego terdiri dari kepingan berbentuk kubus yang dapat saling mengunci satu sama lain.

 

 

Selain itu, Lego juga dikenal sebagai mainan puzzle konstruksi, karena antar kepingan kubus Lego dapat dibentuk menjadi bentuk tertentu, seperti rumah, mobil, dan berbagai bangunan lainnya sesuai dengan imajinasi anak.

Bentuk dan cara memainkan Lego tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki banyak manfaat. Warna-warna Lego yang cerah dapat meningkatkan kecerdasan visual anak, khususnya dalam mengenal keserasian antar warna dan garis.

Selain itu, anak juga menjadi lebih aktif dan kreatif, karena dalam memainkan Lego dibutuhkan imajinasi untuk merangkai bentuk tertentu. Oleh sebab itu, Lego menjadi mainan yang paling dicari untuk anak.

Kepopuleran Lego membuat mainan puzzle anak ini banyak ditiru dan dipalsukan, sehingga perlu ketelitian untuk membeli agar tidak rugi. Beberapa cara untuk membedakan Lego yang asli dan tiruan, dapat dilihat pada link https://review.bukalapak.com/amp/hobbies/tips-membeli-mainan-lego-asli-dan-membedakan-dengan-tiruan-35296

Meski pada dasarnya diperuntukan untuk anak, Lego juga ternyata bermanfaat bagi orang dewasa. Berikut pemaparannya.

 

  1. Meningkatkan Kreativitas

Kreativitas merupakan kemampuan daya berkreasi dan mencipta yang harus terus dikembangkan hingga dewasa.  Hal tersebut terjadi karena di dunia kerja, orang dituntut untuk selalu menghasilkan ide-ide baru yang otentik, terutama jik bekerja di industri kreatif dan media.

Permainan Lego dapat memberi ruang bagi yang memainkan untuk mengembangkan imajinasi dan mengeksplorasi bentuk tanpa batas. Dengan demikian, otak orang dewasa yang cenderung kaku akan bebas menghasilkan ide-ide bentuk baru.

 

  1. Meningkatkan Kemampuan Menyusun Skala Prioritas

Untuk membangun konstruksi bangunan atau bentuk tertentu, seseorang dituntut untuk menyusun rencana selangkah demi selangkah. Misalnya, jika ingin membuat bentuk rumah, maka yang pentama dibuat apakah atap tembok terlebih dahulu, dsb.

Hal tersebut membuat orang dewasa akan terbiasa untuk membuat skala prioritas, bagian penting mana yang harus dibuat terlebih dahulu.

 

  1. Meningkatkan Kemampuan Mencari Solusi

Meski telah direncanakan dengan matang dan telah disusun langkah demi langkahnya, terkadang hasil Lego yang disusun tidak sesuai yang dibayangkan. Umumnya orang yang memainkan akan membongkar kembali susunan Lego dan memikirkan jalan lain.

Tidak jarang bongkar pasang Lego dilakukan berkali-kali hingga mendapat hasil yang diinginkan. Bagi orang dewasa, hal tersebut membantu mereka untuk dapat membiasakan diri mencari solusi alternatif bagi setiap kendala.

 

  1. Membantu Melepas Stress

Jika sehari-hari dituntut untuk berpikir menghasilkan inovasi sesuai dengan permintaan klien atau mengikuti peraturan perusahaan, maka akan membuat orang dewasa penat dan tidak jarang menyebabkan stress.

Dengan bermain Lego yang tidak memiliki aturan khusus dan bebas membuat apa saja yang diinginkan, akan membantu orang dewasa untuk melepas stress setelah seharian atau seminggu bekerja di kantor.

 

  1. Menambah Kedekatan dengan anak

Pekerjaan kantor dengan segala kesibukannya kerap memakan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Pada akhir minggu pun, banyak yang urung pergi ke luar rumah, karena malas jika berhadapan dengan macet.

Permainan Lego yang seru dan dapat dimainkan bersama anak di rumah, dapat menjadi pilihan aktivitas untuk menghabiskan waktu dengan anak. Semakin banyak menghabiskan waktu bersama anak, maka semakin dekat hubungan antar orang tua dan anak.

 

  1. Mencegah Pikun Dini

Lego termasuk jenis permainan puzzle, yang merupakan bentuk permainan asah otak. Dengan terus memainkan Lego, maka aktivitas otak akan bertambah. Otak yang terus digunakan untuk berpikir akan menunda demensia atau pikun.

Hal tersebut telah dibuktikan melalui beberapa penelitian, bahwa orang yang lanjut usia dan telah menunjukkan penurunan daya ingat, bertambah ketika memainkan puzzle, karena para lansia tersebut dibiasakan untuk aktif berpikir.

 

Dengan sederet manfaat yang telah dipaparkan di atas maka tidak ada salahnya jika mencoba bermain Lego meski telah dewasa. Berminat mencoba?

 

Sumber gambar:

https://proxy.duckduckgo.com/iu/?u=https%3A%2F%2Fassets.londonist.com%2Fuploads%2F2014%2F02%2Fi640%2Flego.jpg&f=1

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *