Beli Suzuki Bandit 150 atau Motor Second GSX-S 150? Ini Jawabannya

Hayo, lagi galau memilih antara beli Suzuki Bandit 150 atau GSX-R 150 yang second, ya? Wajar saja kalau dua motor Suzuki ini bikin galau. Sukses dengan GSX pada 2010 rupanya tidak lantas membuat Suzuki puas. Buktinya, Suzuki bikin gebrakan pada ajang Gaikindo Indonesia International Automotive Show (GIIAS) 2018. Ya, Suzuki Bandit 150 tak diragukan lagi adalah salah satu produsen otomotif yang produk barunya paling dinanti.

Desas-desus perihal kehadiran Suzuki Bandit 150 sendiri sebenarnya sudah lama beredar. Jelas, gosipnya memantik rasa penasaran banyak orang. Oleh sebab itu, tak mengejutkan kalau motor ini bisa dibilang sangat dinanti.

Sekenal apa kamu dengan Suzuki Bandit? Kalau belum terlalu kenal, baiknya kita kenali dulu asal-usulnya agar tak menyesal mengambil keputusan.

Nah, mau tahu apa saja cerita unik di balik kelahirannya? Simak informasi berikut untuk lebih lengkapnya.

1. Mengaspal Gara-Gara “Kesalahan” GSX-S 150

Ada alasan kenapa Suzuki Bandit 150 harus mengaspal di jalan-jalan raya Indonesia. Kehadiran motor ini tak lepas dari anggapan bahwa desain GSX-S 150 yang dianggap terlalu sporty. Tahu sendiri, GSX-S 150 hadir dengan penggunaan jok model split.

GSX-S 150: Menggunakan jok split

Penggunaan jok model split sebenarnya wajar pada motor-motor sport. Selain GSX-S 150, Yamaha R15 juga menggunakannya. Namun, meski menawarkan desain yang racy, nyatanya hal tersebut dinilai kurang nyaman untuk dipakai harian, apalagi untuk berboncengan.

Nah, karena aspirasi itulah, Suzuki kemudian menjawab permintaan pasarnya. Perusahaan berlambang  huruf S merah lalu meluncurkan Bandit 150.

2. Desain All-round

Sebenarnya boleh dibilang bahwa kehadiran Suzuki Bandit 150 merupakan jawaban atas aspirasi pengendara di Indonesia. Namanya juga pasar, banyak maunya; mau motor yang sporty, namun mau juga yang enak dipakai untuk kegiatan harian, kalau perlu nyaman dipakai untuk jualan sayur sekalian.

Pada dasarnya, masalah ini bisa diselesaikan dengan membeli dua motor untuk keperluan yang berbeda. Satu untuk keperluan harian, satu lagi untuk hobi berkendara di akhir pekan.

Sekali lagi, namanya juga pasar. Kalau motor balap bisa dipakai buat jualan sayur, kenapa tidak?

Kebanyakan pengendara motor di Indonesia memang mengandalkan tunggangannya untuk beraktivitas rutin setiap hari, baik kerja maupun kuliah.

Kembali ke Bandit. Kalau diperhatikan, motor baru Suzuki ini menganut aliran desain yang all-round. Maksudnya, cocok untuk dipakai harian namun juga tidak melunturkan aura dan tampilan sporty yang selayaknya dimiliki oleh sebuah motor jenis sport.

Cara paling gampang mengenalinya adalah dengan melihat dari pemilihan jok. Bandit 150 menggunakan jok model tandem, berbeda dengan GSX-S 150 yang menggunakan jok split.

Bandit 150: Perhatikan jok dan batok kepalanya

Selain itu, pemilihan desain lampu depan juga dibikin berbeda dengan saudaranya, GSX-S 150. Suzuki memilih “kepala” dengan desain lebih kalem, menambah deret alasan bahwa motor ini lebih pas untuk penggunaan harian.

Sementara itu, lampu belakang Bandit mengingatkan kita kepada…

…ya, kamu tahu sendirilah jawabannya.

Sekali lagi, coba dibandingkan lampu Bandit 150 dengan GSX-S 150. Pasti akan terlihat bahwa desain lampu GSX-S150 yang dinilai terlalu agresif.

3. Kalem tapi Galak!

Meski punya desain lebih kalem daripada GSX-S 150, bukan berarti Bandit punya mesin yang lemas dan kurang bergairah.

Faktanya, Suzuki tidak mengutak-atik dapur pacu Bandit. Ya, Suzuki Bandit 150 tetap memakai mesin yang sama dengan dapur pacu yang dipakai oleh GSX-R 150 dan GSX-S 150. Hati-hati! Bandit adalah kuda besi kalem yang bisa jadi galak begitu dibikin panas di jalan!

Mesin yang mengandalkan kubikasi sebesar 150 cc dan teknologi DOHC ini punya muntahan daya sampai dengan 19,2 HP. Selain itu, Suzuki juga kasih batasan limiter yang cukup tinggi di motor ini.

Asal tahu saja, putaran mesin Bandit 150 Suzuki abaikan hingga mencapai 13.000 rpm. Sakit!

Jadi, jangan kaget ketika kamu melihat Bandit 150 beraksi di jalan raya; pura-pura mengalah (ngevoor), lalu tiba-tiba melesat dan hilang di antara barisan mobil atau kendaraan lainnya. Bandit 150 punya napas yang cukup panjang sebelum harus memindahkan giginya.

Apalagi, Suzuki juga memadukan mesin ini dengan sistem transmisi yang menawarkan 6 percepatan. Dengan demikian, kamu yang membutuhkan kecepatan bisa memperoleh kecepatan maksimal yang lebih tinggi. Bandit 150 adalah GSX-S 150 (bahkan GSX-R!) yang diberi tampilan kalem, namun berbahaya ketika diusik. Layaknya bandit sejati.

Soal harga, Bandit 150 dibanderol seharga Rp26 juta. Sementara itu, harga GSX-S 150 second adalah Rp14 juta sampai dengan Rp20 juta.

Jadi, pilih beli Suzuki Bandit 150 atau motor second GSX-S 150?

Pilihan ada di tanganmu.

 

Sumber: https://review.bukalapak.com/auto/resmi-mengaspal-ini-3-kelebihan-suzuki-bandit-150-44910

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *