Beragam Penyebab Kerontokan Rambut yang Harus Dihindari

Bagi kamu yang sedang menjalani perawatan rambut rontok karena kerontokan rambut yang berlebihan, rasanya kamu juga perlu mencari tahu penyebabnya. Rambut rontok sebenarnya adalah hal yang lumrah. Namun jika berlebihan, tentu saja akan menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui penyebab rambut rontok agar bisa mengatasi hal ini dengan perawatan yang tepat.

Apa saja yang menjadi penyebab kerontokan rambut?

  1. Stres

Semua jenis trauma fisik entah itu stres berat, pascamelahirkan, penurunan berat badan signifikan, atau penyakit serius, sampai faktor emosional seperti perceraian, berkabung, atau tekanan pekerjaan, ternyata bisa menjadi penyebab kerontokan rambut. Bahkan rambut yang rontok bisa dalam jumlah yang besar meskipun bersifat temporer. Hal ini lazim disebut dengan telogen effluvium. Penderita telogen effluvium biasanya baru menyadari kerontokan rambut kira-kira pada waktu enam minggu hingga tiga bulan pasca stres berat. Stres berat diketahui  dapat merusak siklus rambut sehingga mempercepat rambut memasuki fase kerontokan. Tanda yang paling umum dari kerontokan akibat stress adalah helai rambut yang rontok berasal dari akar rambut, yakni terdapat ‘kantung’ lonjong seperti bola lampu.

  1. Anemia

Anemia adalah penyakit yang sering menjangkiti wanita. Bisa dikatakan 1 dari 10 wanita berusia 20-49 tahun akan menderita anemia lantaran kekurangan zat besi. Wanita yang mengalami perdarahan menstruasi hebat akan cenderung mengalami anemia karena kebutuhan zat besinya tidak tercukupi. Anemia bisa menyebabkan wanita penderitanya mengalami kelelahan parah, lemah tubuh, dan kulit memucat. Gejala lainnya yakni sakit kepala berulang, sulit konsentrasi, telapak tangan dan kaki dingin, serta rambut rontok.

  1. Perubahan Hormon

Pola kerontokan rambut lantaran hormon biasanya disebut  dengan alopesia androgenik. Kerontokan ini umumnya diderita oleh pria berusia di atas 50 tahun. Tidak hanya pria, wanita setelah melewati masa menopause juga bisa mengalami hal ini.

Dihydrotestosterone (DHT) adalah hormon yang berperan pada kerontokan rambut. Hormon yang dihasilkan oleh hormon progesterone ini akan menyebabkan menyebabkan folikel rambut menyusut. Hal ini lah yang akan menyebabkan  rambut rontok.

Pada pria, pola kerontokan yakni membentuk lengkungan khas pada kedua sisi pelipis. Sedangkan pada wanita, kerontokan akan terjadi di seluruh bagian rambut, tidak terpusat di daerah tertentu saja.

  1. Zat kimia

Hati-hati jika kamu sering melakukan perawatan rambut di salon seperti mencatok, menyemir, atau mengecat rambut. Rambut yang terlalu sering terkena beragam proses kimia di salon akan lebih mudah mengalami kerontokan. Perwatan seperti mewarnai rambut dan meluruskannya secara permanen ternyata bisa menyebabkan batang rambut menjadi lebih mudah patah.

  1. Pengobatan Kanker

Kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi bisa memicu jenis kerontokan rambut yang dikenal dengan istilah medis anagen efluvium (kerontokan menyeluruh). Penyebab kerontokan rambut ini juga berdampak tidak hanya pada rambut, tetapi juga pada kulit kepala, wajah, dan tubuh. Bersyukurnya, kerontokan jenis ini tidak bersifat permanen loh. Rambut tetap bisa tumbuh kembali pasca beberapa bulan berhenti menjalani berbagai pengobatan di atas.

  1. Sindrom Down, Hipertiroidisme, dan Diabetes

Ketiga kondisi tersebut biasanya dikenal dengan alopesia areata yang bisa memicu kerontokan rambut ditandai dengan pitak seukuran koin besar. Kerontokan rambut jenis ini umumnya diderita oleh remaja dan dewasa muda. Meski begitu, biasanya sebagian besar rambut akan kembali tumbuh setelah satu tahun.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *