Timnas Indonesia Kalah Sesuai Prediksi

Indonesia sebagai salah satu negara terluas didunia, diharapkan sebagai negara kuat dalam berbagai bidang termasuk sepakbola. Namun, beberapa tahun terakhir tim dibawah naungan federasi PSSI tidak kunjung bangkit. Bahkan ada masa kelam ketika PSSI sebagai induk sepakbola diberi sanksi oleh FIFA.

Semua aktivitas kembali bangkit dan membuat asa berjaya di tingkat asia dan internasional kembali menggema. Setelah melewatkan dua event besar seperti Kualifikasi Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia, Indonesia saat ini untuk Timnas Indonesia senior bersiap menghadapi piala AFF 2018. Terlebih tim dibawah usia 23 juga memiliki fokus besar meraih medali saat pentas olahraga terbesar di Asia yaitu Asian Games 2018, yang digelar di dua kota Jakarta dan Palembang.

Bahkan selama 2018 Timnas Indonesia U-23 telah mengikuti berbagai pertandingan baik dalam bentuk friendly match maupun event. Tim ini terakhir menghadapi peserta Piala Dunia, mereka kalah dengan skor 4-1. Islandia, itulah lawan mereka, negara dengan jumlah penduduk hanya 332.529 jiwa, dengan luas wilayah 103.00 km. Negara kecil ini berhasil membuat malu tim garuda di tempat kebanggan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.

Sekalipun gol pertama dicetak oleh Iham Udin untuk kemenangan sementara Indonesia, menjelang babak pertama usai Islandia yang berjuluk Our Boys atau Strakarnir Okkar berhasil membuat kedudukan menjadi imbang.

Permainan Timnas Indonesia secara menyeluruh dinilai sangat bagus, terlebih dua pemain sayap Indonesia, Osvaldo Ardiles Haay dan Febri Hariyadi membuat permainan tim menjadi sangat mengancam dan memukau. Perbedaan kelas pemainlah yang membuat Islandia menyudahi pertandingan dengan skor besar 4-1.

Berikut ada beberapa fakta mengenai Islandia yang berhasil membuat Timnas Indonesia kalah telak.

Postur Tubuh

Negara-negara asia tenggara tentu selalu kalah postur jika harus melawan tim-tim Eropa, Islandia membawa tim dengan rata-rata postur tubuh 185 cm. Data ini tertinggi ketiga saat kualifikasi piala dunia zona Eropa.

Baca juga : TAHUN SIBUK TIMNAS INDONESIA

Momen keemasan tim di Euro 2016

Islandia bahkan memberi kejutan dengan berhasil lolos ke babak perempat final, mereka dianggap oleh suporter sebagai juara dihati suporter.

 

Peserta Piala Dunia 2018 Rusia

Islandia bahkan lolos ke ajang terbesar sejagad dengan status juara grup, dengan perolehan poin 22 dari 10 pertandingan.

 

Top skor dan Top Assist

Rekor gol dan asis di kualifikasio di pegang oleh Gylfi Sigurdsson dengan empa gol dan empat asis

Selama kualifikasi, Islandia selalu tampil spartan. Mereka menunjukan kemampuan berjuang pada setiap pertandingan. Sekalipun  ketika di Jakarta, melawan Timnas Indonesia, mereka membawa tim dengan usia muda, Islandia tetap menunjukan kekuatan mereka sebagai kuat sepakbola modern. Indonesia mestinya belajar dari tekad kuat dalam berjuang, Our Boys memberi isyarat bahwa kekalahan Indonesia kali ini hanyalah peringatan, menunjukan sepakbola kita memang belum sekuat negara-negara Eropa. Tapi Indonesia punya potensi paling kuat di Asia, terlebih jumlah penduduk yang hampir 300 Juta Jiwa.

Be Sociable, Share!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *