Inilah Beberapa Penyebab Perut Kembung pada Bayi

 

Kesehatan adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan tiap Ibu kepada anak-anaknya, terutama anaknya yang masih bayi. Jika bayi sehat, tentu ibu juga akan senang karena bayi tidak akan rewel dan lebih banyak senyum. Senyuman bayi juga sumber senyum pada Ibu juga bukan? Masalah kesehatan yang sering timbul dan butuh lebih banyak diperhatikan oleh para Ibu adalah perut kembung yang sering menimpa bayi. Jika bayi menangis dan rewel tetapi tidak demam, mungkin Ibu boleh curiga kalau bayi Ibu sedang kembung. Cara mengatasi perut kembung pada bayi tersebut tentunya gampang-gampang susah. Ibu bisa memijat-pijat, memberikan air hangat, atau bahkan menepuk-nepuk punggungnya. Untuk cara lebih lengkapnya, Ibu bisa baca di sini.

Nah, jika Ibu masih sulit mendeteksi gejala kembung pada bayi, ibu mungkin perlu mengenali dulu penyebab-penyebabnya. Di artikel ini, kami akan berbagi mengenai penyebab perut kembung pada bayi agar Ibu yang mempunyai anak yang masih bayi juga lebih waspada. Berikut beberapa penyebab perut kembung pada bayi.

  1. Sistem penceranaan bayi yang belum sempurna rentan akan masalah

 

Bayi adalah makhluk paling rentan. Segala sistem tubuhnya masih sangat rentan dengan rangsangan dari luar, termasuk pencernaannya. Untuk maslah pencernaan, para Ibu tentu tidak boleh sembarangan memberikan makanan ya. Sistem pencernaan bayi masih belum bisa mencerna makanan yang sulit dicerna, termasuk makanan yang mengandung gas. Salah-salah, bayi ibu bisa kena masalah.

 

  1. Bayi sensitif pada makanan tertentu

 

Masih berkaitan dengan penyebab pertama, makanan adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Makanan yang banyak mengandung gas, seperti kembang kol, kubis, kentang, asparagus, kacang-kacangan, maupun brokoli harus diwaspadai. Para ibu yang akan memberikan MPASI, perlu benar-benar menyeleksi makanan yang akan diberikan ke buah hati.

Ibu juga harus memerhatikan pengolahan makanan-makanan tersebut. Jangan sampai digoreng, jangan menggunakan tepung, dan jangan dibubuhi garam berlebih. Sebab, semua itu dapat membuat pencernaan bayi terganggu. Hasilnya, perut menjadi kembung.

 

  1. Ketidakcocokan dengan susu formula

Untuk susu formula, tentunya para Ibu harus memberikannya pada periode setelah MPASI ya. Selain itu, tidak semua susu formula cocok pada bayi Ibu. Ibu harus selektif dalam memilih susu formula yang benar-benar bagus. Dalam hal ini, ibu harus mengesampingkan uang yang akan ibu keluarkan. Daripada anak ibu sakit, lebih baik Ibu keluarkan uang yang cukup untuk kesehatan bayi. Begitu bukan?

 

  1. Menangis berlebih

 

Jika anak Ibu menangis berlebihan, ibu harus segera menenagkannya. Jika tidak, bayi akan secara tidak langsung menelan banyak udara karena dalam menangis, sang buah hati biasanya akan menghirup udara lebih. Jika itu terjadi, ibu harus segera mengatasi kembungnya.

 

  1. Terpapar angin berlebih

 

Bayi yang masih sangat rentan terhadap rangsangan dari luar tentunya tidak boleh terpapar angin secara berlebih ya. Hal ini biasa terjadi jika Ibu ataupun anak Ibu yang lebih besar menyalakan kipas angin karena kepanasan. Ibu harus bijak. Jika tidak, bayi ibu bisa kembung angin dari kipas angin tersebut.

 

  1. Salah cara menyusui

Terakhir, ibu juga harus memerhatikan cara ibu menyusui anak Ibu. Kesalahan dalam menyusui bayi memang seringkali terjadi. Misalnya saja posisi mulut bayi tidak tepat pada putting payudara Ibu sehingga lebh banyak menghirup angin daripada ASI. Selain itu, posisi bayi dalam menyusu juga perlu diperhatikan. Posisi kepala harus lebih tinggi daripada perut bayi. Dengan begitu ASI dapat masuk ke tubuh bayi dengan lancar

 

Nah, itu tadi pemaparan singkat mengenai beberapa penyebab perut kembung pada bayi. Semoga dengan paparan singkat tersebut, para Ibu lebih mengenali gejala perut kembung pada bayi, mengenali alasan atau penyebabnya, untuk kemudian menentukan cara yang paling pas mengatasinya. Selalu waspada ya Ibu!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *