Bika Ambon Punya Cerita

 

Sudah menjadi kewajiban ketika berlibur untuk membawa oleh-oleh berupa makanan, pernak-pernik hingga pakaian dan lainnya. Banyak sekali wisatawan membeli oleh-oleh khas bersifat etnic, sehingga keunikan dan kekhasan hanya ada di satu daerah saja. Tapi di era modern oleh-oleh pun sudah bersifat lumrah dan bisa dijumpai dimana saja. Makanan-makanan khas tradisional dapat di jumpai di kota-kota besar, pusat jajanan Nusantara dan di festival makanan daerah.

Akan tetapi sensasi untuk mencicipi di daerah asal tentu berbeda, sambil berwisata untuk memanjakan mata, badan dan hati. Wisatawan juga perlu memanjakan lidah mereka dengan mencoba kuliner khas suatu daerah. Seperti Sumatera Utara dengan wisata alam yang memukau, dimulai dengan surga kecil bernama Berastagi, Danau Toba, Samosir, Istana Maimun hingga Taman Perdamaian.

Sumatera Utara sebagai wilayah dominan milik orang batak memang dikarunia alam indah nan subur. Tidak lepas dari itu, Sumatera Utara juga diwariskan budaya yang begitu beragam, suku yang beragam, adat-istiadat yang masih kental, solidaritas dan persaudaran yang masih kental, selain itu banyak juga makanan khas batak di provinsi ini.

Sebagai informasi bahwa Sumatera Utara memiliki kota besar bernama Medan, yang sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Mendengar nama kota Medan kita akan teringat dengan salah satu makanan khas kota ini. Bika Ambon namanya, ini makanan khas kota Medan yang paling populer hingga penjuru nusantara.

Banyak wisatawan dan juga orang-orang awam merasa aneh dengan Bika yang satu ini. Kenapa Bika Ambon bisa ada di Medan? Atau kenapa tidak dinamakan Bika Batak ataupun Bika Medan.

Bika sendiri merupakan makanan khas melayu atau juga dikenal dengan bingka. Di Medan Bika dibuat dengan tamabahn Nira atau Tuak enak untuk memberi rongga pada Bika tersebut. Awalnya makanan khas Medan ini hanya ada bewarna hijau atau rasa pandan. Tetapi di era modern bermunculan bika kekinian dengan rasa keju, coklat, vanila, dan lainnya.

Penamaan sendiri sangatlah, berbagai cerita tentang bika dari Medan ini menyebar. Berikut 3 versi cerita penamaan bika khas kota Medan.

  1. Menurut seorang budayawan dan sejarawan, M Muhar Omtatok, Bika ini diberi nama demikian dikarenakan pertama kali populer di simpang Jl. Ambon – Sei Kera Medan.
  2. Ada lagi, seorang warga Ambon merantau ke Malaysia dengan membawa Bika. Setelah tahu rasanya enak dia membawanya ke Medan dan tidak kembali ke Medan.
  3. Cerita lain adalah seorang keturunan Tiongha mencoba membuat kue jenis baru, setelah jadi ia menyuruh pembantunya untuk menyicipi. Pembantu itu adalah laki-laki dari Ambon.

Penamaan Bika Ambon memang sanghatlah unik. Tentu cerita paling logis adalah yang menurut M Muhar omtatok, karena ini penuturan langsung dari sejarawan dan budayawan. Namun kebenaran penamaan Bika Ambon tetaplah penuh cerita. Dengan cita rasa yang lezat membuat Bika ini adalah oleh-oleh yang tepat jika berkunjung ke ibu kota Provinsi Sumatera utara.

Be Sociable, Share!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *