Kendala dalam Menjalankan Bisnis Kuliner Bagi Para Pebisnis Pemula

Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap manusia, jadi jika Anda menjadikan ini sebagai peluang memulai bisnis kuliner tentunya akan sangat mudah memasarkan. Banyak orang yang menyukai bisnis satu ini, selain mempunyai prospek bagus kedepannya juga merupakan salah satu bisnis yang tidak aka nada matinya. Namun kali ini yang akan dibahas bukan masalah modal untuk memulai bisnis, lokasi bisnis, pemasaran bisnis namun lebih ke kendala yang kemungkinan dihadapi setelah bisnis ini jalan. Sebagai orang yang masih pemula dalam bisnis makanan tentunya harus meminimalisir hal-hal yang dapat menjadi kerugian besar.

Walaupun merupakan suatu bisnis yang tidak akan ada matinya tetapi tidak bisa menjadikan alasan bahwa bisnis ini tidak mempunyai berbagai hambatan. Berikut ini beberapa kendala yang bisa menjadi masalah besar dalam sebuah usaha makanan atau masakan, antara lain:

  • Munculnya berbagai isu yang tidak benar.

Pertama yang sangat sering dialami yaitu adanya sebuah isu yang menggemparkan masyarakat. Contoh sederhananya saja pada bakso, dahulu banyak beredar berita mengenai cara pembuatan bakso yang tidak lazim oleh penjual-penjual nakal. Misalnya tidak menggunakan daging sapi asli, mereka memakai daging tikus, babi atau lainnya. Walaupun secara pribadi itu tidak Anda lakukan tetapi jika ada satu pelaku saja yang ketahuan tentunya akan berimbas besar pada pelaku bisnis lainnya.

  • Perbedaan selera orang.

Hambatan kedua dalam bisnis kuliner yang kemungkinan bisa muncul yaitu dari perbedaan selera masing-masing orang. Sebagai penjual tentunya ingin setiap konsumen yang menikmati makanan Anda akan merasa terpuaskan, hal itu yang menjadi pendorong beberapa usaha kuliner menyiapkan berbagai macam varian menu dalam rumah makannya. Memang terlihat lebih merepotkan tetapi hal tersebut merupakan nilai lebih untuk sebuah tempat makan dari sisi konsumen.

  • Biaya bahan baku yang naik sewaktu-waktu.

Seperti yang diketahui bahwa bahan-bahan pangan tidak ada harga patokan yang statis, tentunya dapat berubah sewaktu-waktu. Hal itu pula yang menyebabkan munculnya hambatan dalam sebuah usaha kuliner. Misalnya Anda mempunyai bisnis makanan yang memiliki ciri khas rasa pedas karena penggunaan cabai yang berlebihan. Nah, jika terjadi kenaikan harga cabai secara otomatis akan merubah biaya operasional yang dikeluarkan. Solusi utamanya tentu akan meningkatkan sedikit harga sesuai dengan kebutuhan, tetapi hal itu dapat memungkinkan Anda kehilangan pelanggan.

  • Butuh inovasi selalu.

Makanan yang itu-itu saja tentu akan sangat membosankan, makanya sebagai pelaku bisnis makanan harus selalu mempunyai ide atau kreativitas untuk mengembangkan menjadi menu baru. Inovasi dalam sebuah bisnis kuliner tidak harus selalu pada menu baru tetapi bisa juga tempat nuansa baru, pelayanan yang baru, sistem pemesanan atau pembayaran yang baru atau hal lainnya.

 

Be Sociable, Share!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *