Berita Terkini dan Kekinian

Kemudahan menggapai informasi pada era kini sudah begitu mudah. Berita terkini nan aktual mampu didapatkan dari mulai melihat koran, majalah, e-media, bahkan sosial media sekalipun. Kemudahan-kemudahan ini didapatkan dengan proses yang sangat panjang—di Indonesia khususnya. Di salah satu sumber menyebutkan akses internet yang menjadi jembatan antara penulis dan pembaca, pada tahun 2012 sudah mencapai 61,1 juta. Bahkan tahun ini menembus angka 90,6 juta. Angka tersebut didapati hampir di seluruh kota-kota besar terhadap usia remaja 15 sampai 19 tahun.

Seakan sudah menjadi gaya hidup yang kian tidak terpisahkan. Internet sudah berganti menjadi kebutuhan setiap orang. Fenomena kemudahan mengakses informasi ini begitu memudahkan pun menyulitkan oleh beberapa pengguna. Perilaku-perilaku dari pola ini menjadikan setiap orang siap menghadapi kemajuan teknologi tetapi juga lebih waspada terhadap informasi-informasi yang akan bermunculan. Sejalan dengan teknologinya, masyarakat pun kian maju menghadapinya.

Kondisi ini memiliki plus maupun minus yang timpang. Pewarta atau pemberi berita akan menjadi kewalahan dalam situasi ini. Pemberian berita terkini akan menjadi hal-hal yang mudah diterima oleh masyarakat atas situasi siklus berita yang pendek dan mudah. Bahkan, kebutuhan membaca berita bagi si pembaca akan pesat meningkat. Karena itu, pewarta akan bekerja ekstra dan banting tulang mencari informasi-informasi yang patut dikabarkan kepada khalayak ramai. Akibatnya, beberapa berita-berita yang disajikan bukanlah berita aktual, juga tidak jarang menjadikan berita-berita yang dicomot dari sudut pandang si pembaca.

Kondisi ini kadang juga menjadi dilema juga untuk para pembaca. Pembaca juga sudah memiliki tugas besar yakni memilih dan memilah berita apik untuk diberitakan yang bersifat bermakna, faktual dan terpercaya.  Berita terkini yang semula diidam-idamkan, sekarang akan menimbulkan banyak keraguan bagi para pembaca untuk menanggapinya. Sudah barang tentu pembaca khawatir akan sumber maupun ke-faktual-an berita yang dibaca. Acap kali, berita terkini yang disuguhkan mendapat kritik dan pandangan tersendiri, kurang lebih beberapa beranggapan pemberitaan tersebut memang sudah aktual tetapi tidak mengandung makna yang mendesak bagi khalayak ramai. Terkadang juga justru kebalikannya, menganggap pemberitaan tersebut penting dibaca tetapi sudah tidak terkini membuat kembali  berada dalam dilema untuk menghangatkan berita ini kembali atau menganggapnya angin lalu. Dihadapkan dengan kondisi seperti ini, menjaga ke-positif-an masyarakat terhadap pemberitaan-pemberitaan terkini terus menerus diingatkan dan ditingkatkan. Masyarakat dituntut aktif dalam melihat berita yang diberikan layak atau tidak. Terbukti, di banyak situs media elektronik sudah bertambah fitur ‘komentar’ untuk melihat respon masyarakat. Isinya beragam, positif negatif tidak bisa dielakan. Tetapi, kolom komentar diharapkan bisa menjadi langkah awal partisipasi masyarakat dalam ruang pemberitaan untuk warta yang lebih bermakna, aktual dan terpercaya.

Be Sociable, Share!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *