Mengulik Kopi Indonesia yang Menjadi Gaya Hidup

Saat ini kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat urban. Selain teh, kopi adalah minuman kedua paling banyak dikonsumsi orang Indonesia. Selama 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia pun semakin maju dan berkembang. Kita juga banyak menemuinya di kafe-kafe yang menjadi tempat nongkrong kaum muda. Para pelaku bisnis kafe ini pun sudah menjamur di setiap wilayah di Indonesia.

Kopi Bukti Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia

Mungkin Anda pernah mendengar atau bahkan menonton film karya anak bangsa di tahun 2014 yang berjudul “Filosofi Kopi”. Film ini dinilai sebagai awal mulanya tren “ngopi” di Indonesia. Bahkan kopi sendiri juga dijadikan simbol kerukunan dalam bermasyarakat. Banyak orang yang berkumpul dan berbincang-bincang ditemani kopi sebagai pemersatu. Tentu banyak pihak yang terbantu terutama dari segi bisnis dan industri.

Dampak Peningkatan Konsumsi Kopi Terhadap Industri Kecil Menengah

Kenaikan konsumsi kopi yang mencapai angka 7 % di tahun 2016 silam membuat Sudarto, Kemenprin merasa optimis mengenai indutri pengolahan kopi Indonesia. Dia mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang yang besar dan harus dikembangkan. Meskipun angka tersebut masih rendah ketimbang negara pengimpor kopi lainnya seperti Amerika Serikat, Norwegia dan Finlandia, pihak pemerintah akan terus mendukung industri kopi khususnya untuk UKM.

Penerapan Harmonisasi Taris Bea Cukai

Dalam hal ini menteri Airlangga juga menambahkan bahwa kegiatan ekspor untuk produk kopi dari Indonesia mayoritas adalah jenis kopi instan, konsentrat, essence, dan kopi ekstrak. Adapun negara tujuan ekspor sejauh ini sudah mencapai Negara Thailand, Filipina, Taiwan, Mesir, Malaysia, dan Singapura. Harmonisasi tarif bea masuk untuk ekspor tersebut, pemerintah telah menaikkan hingga 20%. Tarif tersebut berlaku untuk jenis instan, bubuk, kopi mix, dan jenis sangria. Tujuan harmonisasi ini tidak lain adalah untuk menciptakan usaha yang kondusif di industri kopi tanah air.

Selain harmonisasi tarif bea cukai ini, kabarnya pemerintah juga sudah memberikan fasilitas dalam bidang pajak, berupa pajak penghasilan untuk jenis investasi baru khususnya dalam industri pengolahan kopi. Fasilitas ini diberikan untuk beberapa daerah di luar pulau Jawa. Kemudian dijelaskan pula oleh Airlangga Hartanto bahwa pemerintah juga sudah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada kopi instan. Peraturan ini berlaku sejak Januari 2016.

Dukungan Pemerintah dalam Industri Kopi untuk UKM

Pemerintah sampai saat ini memang sudah mengambil langkah yang benar. Yakni dengan terus mendukung industri pengolahan kopi, khususnya untuk UKM. Hal ini sudah dijelaskan sebelumnya dalam harmonisasi tarif bea cukai di atas. Dengan begitu, kopi asli yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia pun akan lebih mudah dikenal hingga manca negara. Secara tidak langsung hal ini akan membantu dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pelaku industri kopi Indonesia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *