Mual Saat Hamil Bisa Disebabkan Pakaian Dalam Wanita Lho! Begini Ceritanya!

Mual saat hamil adalah kondisi umum yang dialami oleh seorang ibu pada kehamilan trimester awal. Hal ini banyak dikenal dengan istilah morning sickness atau dalam bahasa medis adalah hiperemesis gravidarum. Penyebab utama dan paling umum dari hiperemesis gravidarum adalah perubahan hormon yang terjadi pada awal masa kehamilan. Meski demikian, ada pula yang mengalami mual dan muntah ini dalam waktu yang agak lama bahkan hingga trimester akhir. Meski dinamakan dengan morning sickness nyatanya serangan mual ini muncul tidak hanya pada pagi hari, namun juga bisa sepanjang hari.

how-to-cure-morning-sickness.png (634×360)

Penyebab Mual Saat Hamil

Saat ini belum bisa dipastikan dengan jelas apa penyebab mual selama kehamilan. Namun ada beberapa faktor pemicu mual selama hamil, antara lain :

Pada masa awal kehamilan, biasanya ditandai dengan terdeteksinya hormon beta human chorionic gonadotropin (beta HCG). Hormon ini sebelumnya tidak pernah ada dalam tubuh kita. Dengan adanya produksi hormon beta HCG ini, tentu ada perubahan yang dirasakan, salah satunya menjadi mual dan muntah. Selain itu, terjadi peningkatan hormon estrogen yang juga menyebabkan ketidakseimbangan kondisi tubuh.

  1. Bau menyengat.

Saat hamil, tubuh akan lebih sensitif dengan aroma dan bau tertentu. Dengan meningkatnya sensitivitas ini, terkadang memicu mual dan muntah pada ibu hamil. dengan faktor pencetus aroma tentu lebih mudah, yaitu dengan menghindarkan ibu hamil dari aroma dan bau-bauan yang menyengat.

  1. Memakai pakaian ketat.

Menggunakan pakaian termasuk pakaian dalam wanita yang berukuran kecil dan sempit dapat pula memicu rasa tidak nyaman dan mual. Hal ini karena pakaian yang ketat dapat menyebabkan rasa tertekan pada perut yang sedang aktif berkembang. Nah, rasa tertekan ini yang dapat membuat lambung juga terasa penuh dan menyebabkan mual pada ibu.

Mengatasi mual saat hamil

Setiap ibu tentu menginginkan masa kehamilan yang menyenangkan. Terutama bebas dari gangguan hiperemesis gravidarum ini. Sebenarnya hal ini adalah hal yang wajar terjadi dan tidak membahayakan janin dalam kandungan, dengan catatan, ibu harus menjaga intake makan dan minum. Jika ibu kurang makan dan minum, dikhawatirkan justru terjadi dehidrasi. Jika sudah seperti ini, tidak ada salahnya jika ibu konsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Pada beberapa kondisi, ibu memerlukan rawat inap dan diberi beberapa obat, suplemen, maupun infus.

Morning_Sickness.jpg (950×610)

Nah, sebenarnya bagaimana cara mengatasi mual dan rasa tidak nyaman saat hamil? Berikut beberapa tips yang dapat ibu terapkan.

  1. Memulai hari dengan sarapan. Terkadang mual justru menyerang saat bangun tidur. Hal ini dikarenakan perubahan posisi yang mendadak dari tidur kemudian berdiri. Maka untuk mengantisipasinya, ibu bisa berbaring dahulu, kemudian miring sambil mengunyah sekeping biskuit untuk mengisi perut. Kemudian secara perlahan duduk dan setelah terasa nyaman, bisa kemudian berdiri dan memulai aktivitas. Untuk mencegah mual lagi, ibu bisa makan sarapan dengan porsi yang cukup.
  2. Konsumsi makanan dalam jumlah yang sedikit, tapi dalam frekuensi yang sering. Jika ibu makan dalam porsi yang besar sekaligus, hal itu justru membuat mual lebih terasa. Lain halnya jika makan sedikit demi sedikit, namun sering. Hindari juga untuk makan makanan yang memiliki aroma menyengat seperti bawang putih.
  3. Kenakan pakaian yang nyaman dan tidak ketat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mengenakan pakaian yang ketat dapat memicu timbulnya mual. Oleh karena itu, kenakan baju maupun pakaian dalam wanita yang longgar atau pas di tubuh dan berbahan nyaman seperti katun.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *