Penuh Drama Saat Menghadapi Masalah Perut Kembung pada Anak

Memiliki seorang anak ternyata cukup memberikan perubahan yang sangat signifikan, baik terkait dengan kesibukan urusan merawatnya maupun urusan mental sebagai Ibu baru. Ditambah dengan kondisi pekerjaan yang terus berpindah-pindah karena mencari pekerjaan yang paling sesuai dengan kebutuhan Ibu-Ibu. Pada tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana saat saya mencari cara mengatasi perut kembung pada bayi. Kalau sekarang diingat-ingat seru juga ternyata, walau saat menjalaninya lumayan drama.

Menurut saya tantangan seorang Ibu baru terberat bukanlah mengurus bayi, melainkan menyaring dan mengademkan kuping dari komentar orang-orang sekitar. Salah satunya adalah komentar : Kok anaknya nangis terus? ASInya kurang bagus kayaknya.

Untuk berbaik sangka, perlu diingat bahwa siapapun orang yang melempar komentar tersebut pastinya berlandaskan perhatian dan ingin menemukan akar permasalahan dari tangisnya anak kita. Jadi sebetulnya itu bukan berupa komentar nyinyir, hanya mungkin kurang tepat saja.

Saya beruntung karena tepat saat kejadian serbuan komentar tersebut terjadi saya langsung berangkat berkonsultasi ke dokter Fericilia Regina, yaitu seorang dokter spesialis anak dan laktasi yang praktek di RS. Limijati Bandung. Pertanyaan yang saya tanyakan saat itu adalah “Dok, anak saya suka nangis seperti sakit perut, perutnya juga kembung– apa betul ASI saya gak bagus ya dok ?”.

Mendengar pertanyaan saya beliau spontan memperlihatkan wajah kaget dan tidak suka. ”Siapa yang berani bilang begitu ?” jawabnya tegas. Melihat mata saya mulai berkaca-kaca beliau langsung meneruskan, “Bilang kepada yang berkomentar begitu kalau mau complain langsung ke Tuhan. Tidak ada ASI yang tidak bagus! Semua ASI yang dihasilkan oleh seorang Ibu berkualitas terbaik dibandingkan apapun. Dan ajaibnya sesuai dengan yang dibutuhkan anaknya masing-masing”.

Setelah dilakukan observasi terhadap bayi, hasilnya adalah kondisi kurang kenyang yang dikarenakan sang bayi masih malas menghisap, oleh karenanya banyak angin yang masuk sehingga membuat perut bayi menjadi kembung.

Jalan keluar yang diberikan oleh dokter adalah payudara harus terus diremas  saat sedang menyusui. Tujuannya agar dapat terus mengeluarkan semprotan ASI sehingga melatih bayi menggerakan mulutnya sampai ia terbiasa menghisap dan merangsang ASI keluar dengan sendirinya. Sedangkan untuk meminimalisir perut kembung pada anak, dokter mengajarkan saya untuk secara rutin melakukan pijatan kepada bayi setiap selesai mandi pagi dan sebelum tidur.

Beberapa gerakan memijat yang dokter ajarkan antara lain gerakan memutar pada perut dan punggung, tekanan lembut pada telapak dan kaki, menggerakan kaki bayi seperti menggoes sepeda, dan mengangkat kedua kaki bayi ke atas sampai tubuh bayi sedikit terangkat. Dengan cara-cara ini angin dan gas yang berada di perut bayi akan keluar dan perut kembung pada anak menjadi hilang.

 

Kesimpulan dari pengalaman saya ini adalah penting untuk Ibu muda memiliki dokter andalan yang dapat dicapai kapanpun melalui whatsapp, ensiklopedia, dan beberapa buku atau media referensi andalan lainnya. Berdasarkan pengalaman saya ketiga hal tersebut sangat membantu saat terlalu banyak saran atau judgement yang dikeluarkan begitu saja oleh orang sekitar kepada kita. Jika sebelumnya kita sudah dikuatkan dengan beberapa materi maka mudah-mudahan kita tidak terlalu terbawa perasaan dengan komentar-komentar tersebut, karena kita sudah tau dan mengerti apa yang akan atau sedang terjadi  dengan bayi kita.

Beberapa referensi bacaan diinternet tentunya juga bisa menjadi masukan yang berarti, Seperti 7 Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung pada Bayi pada artikel ini https://review.bukalapak.com/mom/dear-ibu-ini-dia-7-cara-mudah-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi-29128

Jadi apapun yang terjadi tetap berpikiran dan keluarkan kata-kata yang positif, dan tentunya berprasangka baik sangat dibutuhkan agar tetap ceria, dan bahagia sehingga ASI pun keluar dengan deras.

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *