Perhatikan Cara dan Posisi Menyusui yang Benar Agar Terhindar dari Masalah

 

Memberikan air susu ibu atau ASI tentu menjadi momen yang sangat membahagiakan. Selain mempererat ikatan batin antara ibu dan anak, memberikan ASI juga sangat penting dalam menyalurkan nutrisi terbaik yang bisa diberikan ibu kepada bayi. ASI mengandung lebih dari 200 nutrisi baik yang sempurna untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Memberikan ASI juga akan meningkatkan daya tahan tubuh bayi serta meningkatkan kecerdasannya. Namun, tidak jarang juga proses menyusui ini menimbulkan masalah bagi ibu. Mulai dari puting payudara yang lecet, hingga masalah pinggang yang pegal. Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu mengetahui cara menyusui yang benar.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar menyusui tidak menjadi momen menyakitkan sehingga ibu dan bayi bisa lebih nyaman, berikut beberapa di antaranya.

Kondisikan ibu dan bayi dalam keadaan rileks dan nyaman

Posisi menyusui yang benar adalah saat kepala bayi berada lebih tinggi daripada tubuhnya. Hal ini bertujuan agar memudahkan ASI yang masuk bisa segera menuju ke saluran pencernaan. Kemudian, sangga tangan ibu dengan bantal agar tidak capai. Posisi menyusui yang benar bagi ibu juga antara lain bersandar tapi dalam kondisi tegak. Bila perlu, ganjal pula punggung ibu menggunakan bantal agar terasa lebih nyaman.posisi-menyusui-yang-benar-678x381.jpg (678×381)

Dekatkan bayi ke puting payudara

Setelah itu, dekatkan hidung bayi dengan puting payudara agar merangsang buka mulut. Bayi biasanya secara refleks akan membuka mulut lebar lebar dengan posisi lidah ke bawah. Jika bayi belum juga melakukannya, ibu bisa membantu merangsang dengan menyentuh lembut bibir bagian bawah menggunakan puting.

Perlekatan yang baik

Biasanya bayi akan memasukkan seluruh bagian areola (bagian gelap pada puting payudara) ke dalam mulut. Kemudian menggunakan lidah untuk menyedot ASI. Posisi perlekatan yang seperti inilah yang baik dan penting dalam proses menyusui yang benar. Dengan cara mengisap ASI yang seperti ini, selain bayi memperoleh ASI dalam jumlah yang cukup, juga akan meminimalkan potensi terjadi kelecetan pada puting payudara ibu. Selain itu, ibu bisa mendengar suara bayi saat menelan ASI tanda bahwa proses menyusui berjalan lancar.10950_posisi-menyusui.jpg (700×465)

Membenarkan posisi bayi

Tidak jarang saat mulai menyusui semua terasa baik baik saja, namun di tengan proses menyusui, tiba tiba ibu merasakan nyeri pada payudara akibat gerakan dari mulut bayi. Jika ini terjadi, proses menyusui harus dihentikan sebentar untuk memperbaiki posisi dari bayi. Caranya adalah dengan melepaskan perlekatan antara mulut dengan puting payudara dengan bantuan jari kelingking yang dimasukkan ke dalam mulut bayi dan letakan pada gusinya. Gerakan ini akan otomatis menghentikan aktivitas menyusu, kemudian benarkan posisi bayi hingga mendapatkan perlekatan yang lebih baik. Hal ini juga berlaku jika ibu ingin menyudahi atau ingin berganti payudara sisi yang lain.

Jangan tiba tiba melepas atau menggeser karena akan membuat bayi menjadi rewel. Kapan waktu yang tepat untuk berpindah payudara? Yaitu saat ibu sudah merasa payudara pertama menjadi jauh lebih lunak dibandingkan awal menyusui dan sisi payudara satunya lebih terasa berat dan keras.

Waktu menyusui

Tidak ada batasan pasti kapan waktu dan durasi yang tepat selama menyusui. Bayi memiliki pola makan sendiri dan akan memberikan sinyal dengan tanda rewel. Namun untuk bayi baru lahir, akan lebih baik jika bayi menyusu setiap 2 hingga 3 jam sekali dengan durasi waktu 15 hingga 20 menit. Sisanya, bayi dan ibu akan beradaptasi mengenai waktu dan durasi ini.

Referensi : https://review.bukalapak.com/mom/ini-5-cara-menyusui-bayi-yang-benar-saat-payudara-lecet-16725

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *