Sudah Tahu? Ini Besar Biaya Pajak Mobil yang Harus Dibayarkan Setiap Tahun

Kendaraan bermotor, termasuk mobil, tentu membuat pemiliknya memiliki tanggung jawab alias kewajiban baru. Selain harus menyediakan waktu dan biaya untuk merawatnya, kewajiban utama yang tak boleh ditinggalkan adalah membayar pajak. Yup! Kemarin, usai berhasil menemukan soal biaya balik nama mobil di tautan https://review.bukalapak.com/auto/mau-balik-nama-mobil-ini-cara-syarat-dan-besar-biayanya-67083, Sua yang sedang mempertimbangkan untuk membeli mobil dari salah seorang kenalannya kini pusing mencari tahu perihal biaya pajak mobil.

Tentu, sebelum membeli mobil, Sua merasa ia harus tahu lebih dulu besar biaya yang harus dikeluarkan setelah memiliki kendaraan mewah satu itu. Nah, buat kamu yang juga sedang mencari tahu tentang biaya pajak mobil, yuk simak ulasan berikut ini.

Biaya Pajak Mobil dari Berbagai Merek
Setiap merek dan jenis mobil memiliki besaran biaya pajak yang berbeda. Besar kecilnya nilai pajak bergantung pada seri serta merek mobil. Selain itu, tahun keluaran mobil juga berpengaruh: makin baru, pajak akan makin mahal.

Mobil merek BMW dikenai pajak mulai dari Rp3 juta untuk seri 318 i A yang keluar tahun 2004 hingga Rp15 juta untuk seri 523 i A/T yang keluar tahun 2008. Mobil merek Chery dikenai pajak sekitar Rp700 ribu untuk seri terendahnya serta sekitar Rp2 juta untuk seri terbarunya. Mobil merek Chevrolet dikenai pajak mulai dari Rp1,6 juta hingga Rp8,4 juta.

Sementara itu, mobil merek Daihatsu dikenai pajak sebesar Rp314,5 ribu untuk seri mobil keluaran tahun 1995 serta Rp2,5 juta untuk mobil keluaran tahun 2013. Tak berbeda jauh, mobil Honda dikenai pajak mulai dari Rp1 juta hingga Rp5 juta, sedangkan Hyundai dikenai pajak mulai dari Rp900 ribu hingga Rp3 juta. Toyota dibanderol pajak mulai dari Rp1,6 juta hingga Rp9,7 juta, Suzuki dikenai pajak mulai dari Rp1,1 juta hingga Rp2,1 juta, Mitsubishi dikenai pajak Rp1,8 juta hingga Rp6,2 juta, Mercedes Benz dikenai pajak Rp750 ribu hingga Rp5,4 juta, sedangkan Isuzu dikenai pajak Rp1,6 juta hingga Rp2,4 juta. 

Denda Pajak
Keterlambatan membayar pajak akan membuat pemilik kendaraan dikenai denda pajak. Denda keterlambatan biasanya mencapai 25 persen dari besar pajak tahunan yang harus dibayar. Hal itu berarti bahwa jika terlambat membayar selama 6 bulan, denda yang dikenakan adalah sebesar 12,5 persen, sedangkan jika terlambat selama 3 bulan harus membayar denda sebesar 6,25 persen.

Perlu diperhatikan, berdasarkan peraturan terbaru, denda pembayaran pajak mobil akan diberikan jika pemilik kendaraan terlambat membayar pajak sejak 2 hari dari tanggal jatuh tempo. Setelah 2 hari terlambat, pemilik kendaraan akan dikenai denda sebesar 25 persen. Setelah sebulan terlambat, denda akan bertambah 2 persen sehingga menjadi 27 persen. Penambahan 2 persen tersebut terus berlaku hingga denda pajak mencapai angka 48 persen. Jadi, perhatikan baik-baik tanggal pembayaran pajak kendaraanmu, ya. 

Pajak Progresif
Selain diberlakukan denda pajak, berlaku pula pajak progresif. Pajak ini berlaku setelah pemilik mobil memiliki mobil keduanya, ketiganya, keempatnya, dan seterusnya. Urutan kenaikan pajak yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut: mobil pertama naik sebesar 1,5%, mobil kedua 2%, mobil ketiga 2,5%, sedangkan mobil keempat dan seterusnya sebesar 4%. Jadi, tentu, makin banyak mobil yang dimiliki, makin banyak pula pajak yang harus dibayarkan.

Itu dia biaya pajak untuk berbagai merek mobil serta beberapa hal lain terkait pembayaran pajak mobil. Bagaimana? Sudah siap memiliki mobil sekaligus membayarkan pajaknya? Jangan lupa, ada dua jenis pajak yang harus dibayarkan, yakni pajak tahunan dan pajak yang harus dibayarkan setiap lima tahun sekali.

Sumber gambar: Solusi Bisnis.co.id

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *