Kesiapan Menghadapi Dunia Online

Kemudahan mengakses segala sesuatu jaman sekarang sudah sangat lazim dilakukan banyak orang. Hampir semua orang mengetahui internet bagi mereka merupakan kebutuhan sosial yang tidak dipisahkan. Menyelam di dunia online bukan hal tabu lagi. ‘generasi tunduk’ menjadi istilah bagi era sekarang karena orang melihat layar HP lebih sering dibanding memegang buku sekalipun. Kemudahan akses cepat ini seolah menjadi bercandaan bagi beberapa orang. Mengawang memang konsep sosial di dunia online kini. Kita bisa dengan mudahnya menjadi orang lain secara maya, merubah karakter dan hal-hal diluar kita. Tapi bisa sangat berbeda dengan hal-hal yang dilakukan di dunia nyata. Kita bisa berubah lebih cantik dan mengasyikan dibanding di kehidupan riil.

Merupakan sebuah keuntungan dunia online menjadi media untuk pusat perhatian, juga menjadi sarana bisnis maupun nilai-nilai lainnya. Tapi, sebuah kerugian, kita terlalu hanyut dalam kenyamanan dunia maya sehingga kita acap kali meninggalkan hal-hal yang bersifat nyata.

Kesiapan seseorang dalam menghadapi situasi zaman yang seperti ini memang jelas dibutuhkan. Apa setiap orang sudah siap memanfaatkan kondisi dunia online dalam segi positif. Banyak hal diluar kendali setiap orangnya.

Mengambil dari beberapa contoh yang paling dipakai banyak kalangan; sosial media. Dari tujuannya, tidak dihindari, sosial media sangat membantu persoalan-persoalan komunikasi dari mulai individu, perusahaan, kelompok atau bahkan pemberitaan. Tapi, sosial media juga menjadi media yang salah fungsi dengan adanya persoalan-persoalan yang idealnya dilakukan di dunia nyata tetapi malah ‘keenakan’ mengahabiskan waktu bersama layar HP.

Contoh kedua, adalah web. Tidak dipungkiri pula, semua orang sepakat terhadap kecepatan akses internet merupakan suatu perubahan luar biasa dalam dunia dan merupakan suatu kemudahan. Informasi-informasi terkini dapat secara cepat dimudahkan dalam dunia online. Tapi, banyak salah arti oleh suatu kalangan yang menjadikan kemudahan internet ini difungsikan secara negatif. Misal, situs-situs yang belum layak dilihat anak-anak dan harus diawasi oleh orang dewasa malah bisa diakses oleh anak-anak yang bahkan orang tua pun tidak mengetahui bagaimana cara mengaksesnya dan mendapatkan informasi tersebut. Contoh lain tentang kemudahan informasi, dalam beberapa layanan informasi yang datang sangat cepat sampai di kalangan masyarakat, kolom komentar menjadi sarana untuk turut serta dalam mengomentari informasi tersebut. Tetapi, media pendekatan pada masyarakat tersebut menjadi hilang fungsi karena banyak orang yang malah menghabiskan waktu untuk mengomentari orang lain tanpa memerhatikan kehidupan pribadinya. Masih beruntung komentar yang diberikan merupakan komentar yang membangun bagi pewarta berita, bagi khalayak ramai atau bagi objek yang dalam berita. Kebanyakan komentar berupa komentar negatif bersifat memojokan yang mudah bagi mereka katakan di sosial media seakan tangan mereka merupakan senjata untuk meruntuhkan apa yang mereka mau.

Begitulah, dunia online bermain sekarang. Pembenahan mesti dilakukan oleh kesiapan diri masing-masing dalam menghadapi situasi-situasi seperti ini.

Be Sociable, Share!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *