Tidak Berhenti Pada Musisi Lagu Lawas 90an, Musisi Kini Juga Rilis Vinyl

Vinyl atau yang kerap disebut piringan hitam merupakan media musik yang telah ada sejak tahun 1950-an. Vinyl umum digunakan sebelum ada kaset, VCD, atau media-media musik digital lainnya yang umum ditemui pada masa kini.

 

 

Generasi milenial, khususnya yang lahir setelah tahun 2000-an telah asing dengan vinyl. Mereka lebih terbiasa dengan pemutar musik digital, yakni dalam bentuk mp3 atau mp4.

Bentuk Vinyl bundar dan pipih serupa cakram, berwarna hitam. Awalnya vinyl terbuat dari kaca, namun pada perkembangannya alat vinyl diproduksi masa dengan menggunakan bahan plastic. Terdapat dua ukuran Vinyl yaitu, 25 cm dan 30 cm.

Cara menggunakan vinyl adalah dengan memasukannya ke dalam alat pemutar khusus vinyl atau yang kerap disebut juga sebagai Pemutar Piringan Hitam, atau disebut juga turntable. Bentuknya berupa kotak kayu dengan corong sebagai tempat keluar suara musik.

Bentuk tersebut merupakan pengembangan dari gramofon. Meski sudah jarang ditemukan—karena lebih banyak pemutar musik digital—vinyl tidak kehilangan semua penggemarnya. Bentuk vinyl yang klasik menjadi buruan para kolektor barang antik.

Tempat jual vinyl tidak banyak, namun dapat ditemukan dengan mudah di beberapa tempat di Jakarta. Salah satu yang terbesar adalah toko vinyl di daerah Blok M Jakarta. Karya yang dijual pun terdiri dari beragam genre, baik dari musisi lokal maupun internasional.

Tidak hanya menjual lagu-lagu lawas 90an, 80an, dan 70an, kini beredar produksi vinyl dari tahun 2000an. Berikut beberapa musisi yang turut mengeluarkan album dalam bentuk vinyl.

 

  1. D’Masiv

D’Masiv merupakan band yang eksis sejak tahun 2003 hingga saat ini. Pada tahun 2014, D’Masiv merilis album baru—terdiri dari 12 lagu—yang berjudul Hidup Lebih Indah dalam bentuk CD dan Vinyl.

Jumlah vinyl yang dijual terbatas 500 buah dan dibandrol dengan harga 350 ribu Rupiah per keping. Khusus bagi 150 pembeli pertama, akan mendapat edisi khusus di mana cover vinyl akan ditanda tangani oleh semua personal band.

 

  1. Naif

Setelah lebih dari 20 tahun eksis di industri musik Indonesia, band Naif merilis tiga album pertama mereka dalam bentuk Vinyl. Tiga album tersebut adalah Naif album dari tahun 1998, Jangan terlalu Naif dari tahun 2000, dan Titik Cerah album dari tahun 2002.

Masing-masing album tersebut diproduksi sebanyak 400 keping dan dijual dengan harga 300 ribu Rupiah per keping. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2017,  band Naif kembali merilis vinyl keempat mereka yang berjudul 7 Bidadari.

Vinyl tersebut dijual dalam bentuk paket dengan harga 600 ribu Rupiah, yang terdiri dari tiket konser tunggal, 1 keping vinyl, dan merchandise lainya.

Sejak diumunkan melalui media sosial dan diiklankan diberbagai media massa, paket karya Naif telah menjadi buruan para penggemar band yang telah eksis sejak 1995 ini. Terbukti, paket tersebut habis terjual dalam hitungan jam saja.

 

  1. Maliq & D’Essentials

Pada Desember 2014, Band Maliq & D’Essentials merilis album mereka dalam dua bentuk, yaitu kaset dan vinyl. Album bertajuk Musik Pop tersebut terdiri dari lagu-lagu lama. Hal tersebut dilakukan dalam rangka rilis merchandise langka untuk koleksi para penggemar mereka.

Vinyl dipilih menjadi salah satu bentuk merchandise yang diproduksi, karena Maliq & D’Essentials melihat vinyl kembali menjadi buruan masyarakat dan pasar penjualan vinyl tengah kembali hidup

Baik kaset maupun vinyl, masing-masing diproduksi 300 buah. Selain dua benda tersebut, terdapat pula kaus dan berbagai merchandise lainnya yang diproduksi dalam jumlah terbatas.

 

Sumber gambar:

https://images.pexels.com/photos/1300578/pexels-photo-1300578.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&dpr=2&h=650&w=940

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *