5 Tips Menyikapi Berita Internet yang Berpotensi Hoax

Teknologi internet memang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satunya adalah sebagai media penyebaran berita dan informasi yang mudah, murah dan cepat. Sebagai netizen yang baik, menanggapi sebuah isu atau peristiwa yang menjadi berita internet haruslah dengan kepala yang dingin dan tidak boleh tergesa-gesa untuk menyebarkannya sebab bisa berpotensi hoax. Apapun yang namanya hoax sudah pasti merugikan dan berbahaya jika sampai menimbulkan perdebatan publik. Oleh karena itu, sebelum menyebarkan suatu berita, ada baiknya sikapi dengan beberapa tips di bawah ini agar tidak memicu konflik atau perdebatan panas di kalangan netizen:

  • Hati-hati dengan judul yang provokatif.

Berita hoax di internet kerapkali dibawa dengan membubuhkan judul yang provokatif dan terkesan sensasional, biasanya langsung mengarah pada salah satu pihak tertentu, atau istilah lainnya tendensius, judulnya terkesan menggiring opini. Padahal judul berita yang benar haruslah bersifat netral dan hanya sekedar sebagai ‘informan’ saja. Jika Anda menemukan berita dengan judul seperti itu, cari referensi lain dengan situs-situs resmi dan populer lalu bandingkan isinya.

  • Periksa alamat situs.

Berita internet yang diperoleh dari suatu website/situs atau dengan mencantumkan tautan, maka cermatilah alamat URL dari situs tersebut. Apabila berasal dari situs yang ternyata belum secara resmi terverifikasi sebagai pers, misalkan saja dari domain blog, maka jangan langsung percaya sebab kemungkinan besar isi dari berita tersebut dapat dibilang meragukan dan bisa berpotensi hoax. Yang perlu diingat, situs berita resmi jumlahnya tidak lebih 300 dan ribuan situs lainnya berpotensi sebagai penyebar hoax.

  • Periksa fakta.

Darimana asal berita tersebut? Apa atau siapakah sumbernya? Apakah berasal dari lembaga atau institusi yang resmi? Sebaiknya jangan mudah percaya dengan berita atau informasi yang didapat dari pegiat ormas, pakar atau tokoh politik atau pengamat kecuali jika memang mereka sengaja diwawancarai untuk dijadikan narasumber dalam menanggapi sebuah peristiwa. Bedakan juga antara fakta dan opini. Fakta merupakan berita yang berdasarkan bukti dan kesaksian sedangkan opini hanyalah suatu pendapat dengan kecenderungan membenarkan tulisan pribadi si penulis atau bersifat subyektif saja.

  • Cek apakah fotonya asli atau tidak.

Sama seperti berita yang ada di media cetak, berita internet juga hampir semuanya menyertakan gambar sebagai penegas artikel atau berita. Sedangkan di era teknologi digital seperti sekarang ini, foto maupun video dapat dengan mudah dimanipulasi dan sering dimanfaatkan sebagai alat untuk menyebarkan berita hoax atau provokatif. Periksa keaslian foto yang ada dalam berita tersebut dengan melakukan “drag and drop” pada kolom pencarian Google Gambar (Images), hasil pencarian akan memunculkan gambar-gambar yang serupa sehingga dapat dijadikan perbandingan.

 

Be Sociable, Share!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *